Katanya sih Sigaraning Nyawa…

Malam Minggu waktu itu badan terasa payah sekali. Bagian-bagian tubuh semacam memberontak ingin melepaskan dan mengistirahatkan diri dari pemiliknya. Saatnya merilekskan badan dengan memanggil tukang pijat referensi dari seorang teman. Mak Nis, nama si Ibu Pijet. Entah terlalu baper (bawa perasaan) atau terlalu sensitive, mendengar ceritanya dengan suara yang melengking, saya dibuat terharu.

Mak Nis ini seorang ibu bersahaja dan berprofesi sebagai tukang pijat yang sudah melanglang buana ke area Surabaya dan Sidoarjo. Salah seorang anaknya berkuliah di Fakultas Farmasi salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Surabaya yang dikenal cukup mahal. Baru cerita disitu saja, saya sudah terkagum.

Putrinya ini tergolong pandai, ketika menempuh SMK kesehatan dia selalu menjadi juara kelas dan sempat bekerja paruh waktu di sebuah puskesmas. Ketika akan memasuki jenjang yang lebih tinggi, Mak Nis membebaskan putrinya memilih sekolah. PTS yang dipilih oleh putrinya, cukup membuatnya terhenyak. Mak Nis sempat merasa tidak sanggup membiayai pendidikan lanjutan putrinya. Tapi Mak Nis tetap mendukung pilihan anaknya. Beban biaya yang ditanggung Mak Nis menjadi sedikit ringan karena bantuan beasiswa, dan berulang kali sang putri berhasil mendapatkan sejumlah uang akibat memenangi lomba-lomba.

Lalu saya bertanya, “Mak Nis masih punya suami?”. Iya, saya kepo banget. Karena dari ceritanya, seolah Mak Nis menghidupi dirinya sendiri dan putirnya itu. Tahu jawabannya?

“Masih mbak, tapi udah kayak mayat hidup,” ujarnya membuat saya sedikit heran. Mayat hidup? Apa suaminya sakit? Lumpuh? Stroke? Koma?

“Suamiku gaweane Cuma adu manuk, nyangkruk, mangan, turu. Aku blas nggak di ke’i duwit, nggak tau diajak dolan, nggak dinafkahi.”

Oh. Lalu sunyi, saya tidak berani berkomentar lebih lanjut. Saya hanya merenung sambil meringgis dan beraduh-aduh sedikit (banyak) karena tangannya yang kecil memijit kaki saya yang keras, katanya.

Lalu, apa peran seorang suami di rumah? Apa artinya istri sebagai garwa, yang kata orang jawa sigaraning nyawa? Ada bagian di satu artikel Kompasiana dituliskan bahwa makna “sigaraning nyawa” menandakan adanya kesatuan dalam kehidupan, atau ada kesejiwaan dan kesenyawaan. Seakan suami ‘tidak bisa hidup’ tanpa istri, dan istri ‘tidak bisa hidup’ tanpa suami. Nyawa kita hanya satu, maka jika hilang sebagiannya, menyebabkan tidak bisa membentuk kehidupan yang utuh dan normal. Kita tidak bisa hidup dengan separuh nyawa saja. Penyatuan suami dan istri menyebabkan kita memiliki nyawa yang utuh untuk bisa hidup normal. Sigaraning nyawa memiliki makna yang begitu dalam bagi yang mengamini dan mengimaninya.

Masih banyak Mak Nis lain diluaran sana dengan kisah hidup yang serupa. Tapi apakah kemudian perempuan ini menyerah dengan keadaan dan pasrah begitu saja? Ketika belahan jiwanya tidak bisa dijadikan pelindung keluarga, perempuan ini berjuang sendiri. Menjadi belahan jiwa seseorang tidak berarti jiwa perempuan ini tinggal separuh kan. Swarga nunut, neraka katut. Sebuah pepatah jawa lama yang menggambarkan posisi dan kedudukan seorang perempuan bersuami. Ya sudah tidak relevan kalau untuk jaman sekarang ini.

Coba kalau Mak Nis tidak mempunyai keahlian memijat, atau hanya mengomel seharian dirumah, memaki-maki suami karena tidak ada uang setoran harian pasti hidupnya juga tidak akan menjadi produktif. Mak Nis adalah perempuan cerdas meskipun pendidikan Cuma seadanya. Mak Nis memanfaatkan kemampuan dan keahliannya memijat untuk membantu dirinya sendiri keluar dari zona zombie si suami. Mungkin Mak Nis menyadari, kalau dia bisa membantu dirinya sendiri maka dia akan bisa memberikan perlindungan untuk anaknya. Perlindungan yang tidak bisa diberikan oleh si suami.

Jadi, perempuan, berjalanlah dengan bergandengan tangan dengan belahan jiwamu. Tapi berdirilah pada  kedua kakimu sendiri, semampumu.

30 September 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s