Kloning Memori

Saat bersama atau menjalin hubungan dengan seseorang, pernahkah terbersit “dia seperti seseorang yang dulu”. Kesukaannya, pekerjaannya, caranya bicara, cara kalian bercanda, hampir semua tentangnya mengingatkanmu pada yang dulu. Ketika matamu menatapnya, yang kamu lihat bukan dia yang didepanmu tapi orang lain. Ketika berbicara dengannya, pernah terceletuk nama panggilan seseorang yang dulu. Pernah begitu kah?
Seandainya dia bisa membaca pikiranmu, pernah berpikir bagaimana perasaannya?
Nggak ada yang salah tentang memori. Otak ini dirancang sedemikian rupa, sehingga lekuk-lekuknya bisa menyimpan beribu byte memori. Otak nggak punya system ctrl+alt+del yang bisa menghapus rekam jejak perjalanan yang lalu.
Lihatlah secara sadar, kalau yang kamu hadapi sekarang adalah sosok berbeda, bukan dia yang dulu pernah ada. Sosok yang didepanmu adalah sosok saat ini, bukan bagian dari memori dulu. Buatlah memori yang sama indahnya dengan dia yang ada dihadapanmu. Kesamaan antara dia dan dia yang dulu, mungkin memang pintamu dan untuk rasa nyamanmu berbagi bahagia dengan persona yang lain.

*untuk yang susah move on urusan hati (termasuk saya).  Kata mereka: nggak boleh rindu sama orang yang mungkin sudah jadi punya orang lain dan belum tentu juga dia mikirin kamu..*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s