maka, berjalanlah meskipun sendiri..

Ketika seseorang tiba-tiba pergi tanpa alasan, sebenarnya mereka punya, tapi mereka memilih menyimpannya sendiri dan meninggalkanmu begitu saja. Apapun alasannya, dia tetap meninggalkanmu. Dikatakan atau tidak, toh tetap saja kamu akan sendiri lagi. Seperti pengecut yang bersembunyi dalam selimut, yang tidak akan membuat semua terasa baik-baik saja dengan kata yang tidak terucapkan.

Ketika mereka khawatir tentang kata-kata, kamu hanya bisa menatap nanar pada lakunya yang tidak kamu duga. Ketika mereka takut mengucapkan kata ‘selesai’, mereka takut akan perpisahan, mereka takut ditinggalkan. Itu sebabnya mereka meninggalkanmu dan mengakhirinya dalam diam. Memaksamu untuk merasa ditinggalkan, akhirnya terucap kata ‘selesai’ darimu. Kamu merasa lebih baik hati tersakiti dengan kata yang terucap daripada bisu yang menusuk otak.

Ketika seseorang meninggalkanmu dalam diam, maka tetaplah berjalan meskipun sendiri dan mungkin akan tersesat. Otakmu bertanya, ragamu pasti mencari jawab, tapi..ketika seseorang meninggalkanmu dalam diam, hatinya juga tersayat namun ego menyembuhkan luka miliknya.

Tetaplah berjalan, meskipun sendirian..meskipun kamu masih mengucapkan namanya dalam doa dan berharap semesta berkolaborasi untuk menjawab pertanyaan tentang diam.

Ini semesta, terlalu kecil dirimu untuk terus bertanya dan berharap sebuah jawaban…

(di penghujung Juli 2015)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s