sayang…

Sayang..

Ternyata aku tidak setangguh itu untuk menunggumu

Kalau benar cinta bukan lantas seperti ini

Berjuang bukan seperti ini

Kata penyair gila,

“Jangan sengaja pergi agar dicari

Jangan sengaja lari biar dikejar

Berjuang tak sebercanda seperti itu”

Mungkin aku akan menyesal, tapi lebih baik menyesal sekarang kan?

Jangan kira berelasi denganku itu seperti rekreasi

Hanya penghibur disaat bosan dan penat

Jangan kau anggap ocehanku seperti musik yang menenangkan pikiranmu

Jangan kau anggap celotehku sebagai pengalih pikiranmu

Jangan pernah berpikir mendekatiku untuk sekedar mencuci hati

Bersihkan dulu hatimu, lalu aku akan masuk

Jangan mengira kalau berelasi denganku otomatis membawa kebahagiaan

Bahagiakan dirimu sendiri dulu, lalu kita berbagi bahagia

Selamat untuk menjadi yang pertama dalam jalinan ini,

Terima kasih sudah menjadi yang pertama dalam skema romantis hidupku

Tapi sayang,

Aku terluka karena yang pertama bukan menjadi yang terakhir

Bukan..aku tidak terluka

Kamu penyelamatku dari menara gading yang terbentuk tanpa kusadari

Menara gading yang megah ini sudah rata dengan tanah

Dalam diammu aku mendengar banyak teriakan

Entah mana yang benar, mana yang dusta

Mestinya, aku mendengarkan intuisiku

Dari mulanya hubungan ini absurd, abstrak

Terlalu banyak kompromi yang mengesampingkan tujuan hidupku

Atau malah..aku berkompromi banyak demi tujuan hidupku?

Entah..pikiranku kosong

Kalau kamu mau,

Aku akan mengundurkan diri dari hidupmu

Aku akan menghilang dari duniamu yang tak boleh kulihat

Aku tidak akan memasuki ruang yang pintunya kau kunci

Duniamu seperti dongeng, hanya bisa kudengar

Aku tidak ingin hidup di negeri dongeng

Aku tidak berminat memiliki cerita seperti novel roman

Tenagaku tak cukup kuat untuk menjelangmu

Kakiku tak cukup lincah untuk mengikutimu

Tanganku tak cukup panjang untuk menggapaimu

Dan hatiku berhak untuk menentukan siapa yang boleh tinggal

 

#ternyata baterainya abal-abal, atau chargernya yang soak?

Entahlah..saat ini hanya bisa menulis tanpa berpikir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s