tamie vs tempe

Pengunjung restoran atau cafe bisa menjadi jutek bak ‘bawang merah’ apabila: 1. Penyajian makanan membutuhkan waktu lebih dari 30 menit, 2. Salah hantar menu, 3. Pelayanan tidak ramah 4. Pengunjung sudah sangat kelaparan 5. Makanan yang hambar. Bayangkan kalau kelima hal tersebut terjadi bersamaan!

Parahnya, hal-hal menyebalkan diatas terjadi pada saya dan 4 teman ketika selesai Rafting di Kasembon. Sebetulnya, paket yang kami ambil untuk rafting bakalan dikasih makan siang. Jadi kami nggak ambil pusing untuk harus mencari makanan lagi. Eh, berita buruk disampaikan setelah selesai rafting. Nggak ada makan siang. Kami cukup maklum karena itu adalah hari ke 3 puasa. Baiklah, sambil menahan lapar yang lumayan melilit perut (kami berangkat dari Malang tanpa sarapan (nasi) Cuma snack atau biskuit) kami turun dari Kasembon menuju Batu yang memakan waktu 90 menit. 5 orang perempuan, nyetir sendiri (saya), dengan medan jalan yang meliuk-liuk bikin beberapa teman jadi mabuk, hehehhe!

Bertemulah kami dengan restoran yang cukup besar dengan spesialisasi menu ayam dan chinese food. Seneng banget doongg…akhirnya bisa makaaaaann!! Jam tangan menunjukkan tepat pukul 15.00 wib. Ini menu pesanan kami: 1 nasi cap cay goreng, 1 TAMIE goreng, 1 bakmie kuah, 1 Lo mie, 1 cap cay kuah, 4 teh hangat, 1 es teh.

Tik tok tik tok….sembari menunggu, kami ngobrol membahas serunya rafting. Secara, ini baru kali pertama kami rafting. Obrolan seputar penyesalan karena kami tidak membawa kamera dan hanya mengandalkan karena HP, medan rafting yang ternyata tidak terlalu meyeramkan tapi tetep seru, dan beberapa personal talk sedikit membunuh waktu menunggu. 30 menit lewat, tidak ada tanda-tanda makanan akan disajikan. Padahal restoran itu nggak rame lho.. 30 lebih 10 menit barulah makanan tersaji. Uuuhh…sebel banget karena kami mengharapkan makan secepatnya! Diantara menu yang kami pesan tadi, masih ada TAMIE yang belum tersaji, tapi ada sepiring TEMPE sodara-sodara. Kami kira itu bonus! (bonus kok tempe sihh?!), ternyata dugaan kami salah. Orderan yang jelas-jelas tertulis TAMIE, dimasakin TEMPE sama tukang masaknya. Ridiculous!! Konyol!! Atau entah apalagi caci yang keluar dari mulut kami waktu itu (ngga terlalu frontal sih, masih sopan kok).

Mana ada kesamaan tulisan TAMIE dan TEMPE? Batal dah si TAMIE masuk perut, dan hilang pula nafsu makan kami (plus rasanya hambar), tapi tetep aja makanan yang udah dipesen habis. Sudah lapar akut.

5 perempuan manis jadi garang kalau urusan perut, hahhaha! Well, it was fun. Lucu, konyol, nyebelin. Great weekend with friends!

NB: yang punya usaha resto, tolong diperhatikan 5 hal diatas ya dan Anda pasti tau solusinya apa!

After Rafting
amazon

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s