Pada Akhirnya, Dia yang Menangkan Kita

be with me, my Lord..

Christ be with me, Christ within me, Christ behind me, Christ before me, Christ beside me, Christ to win me, Christ to comfort and restore me.
Christ beneath me, Christ above me,Christ in quiet, and in danger, Christ in hearts of all that love me,
Christ in mouth of friend and stranger.

(A Prayer of St. Patrick)

Kepenatan yang datang menghantam hati dan pikiran membuat kita merasa sendiri. Berkutat dengan suara – suara yang berputar di kepala, seolah di dunia ini Cuma kita saja yang memiliki.

Kaum muda masih memiliki perjalanan panjang menuju masa depan,  melihat tantangan kehidupan dan ingin menaklukkannya, memiliki ambisi yang masih segar dan belum berkarat, memiliki idealisme akan cita -cita, memiliki kesombongan dan keangkuhan khas anak muda. Berat ya sepertinya menjadi anak muda? Harus benar-benar bertanggungjawab atas hidupnya mulai saat ini, demi masa depan yang baik nantinya. Berpikiran semua yang telah direncanakan harus terlaksana, secara tidak sadar menjadikan tekanan yang membuat hati dan kepala mau meledak.

Tidak jarang juga, kita merasa berjalan sendiri untuk mencapai apa yang kita inginkan. Susah sendiri, bingung sendiri, memusingkan persoalan sederhana, tidak ada yang bisa diandalkan untuk membantu. Intinya, membuat hati dan kepala bekerja keras.

Memiliki sebuah harapan, impian akan masa depan, menemukan sebuah cinta, dan cita – cita yang terus diperjuangkan memang membuat kita terpacu dan berjuang untuk memiliki hidup normal yang baik dan bermasa depan. Tapi terkadang hal tersebut  juga memberi beban pada pikiran kita, apabila itu semua menjadi ambisi yang ingin kita capai dengan membabi buta. Terlalu ngoyo untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, mendatangkan kepenatan dan suatu pressure pada otak dan hati kita. Kita menjadi orang yang lupa berserah, lupa pasrah, lupa bahwa ada yang namanya kehendak Tuhan. Rencana Tuhan tidak pernah terlambat dan juga tidak lebih cepat dari yang ditetapkanNya. Dia sendiri berkata: RancanganKu bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalanKu.

Maksimalkan usaha semampu yang kita bisa, membuat diri kita setajam samurai, sekuat baja, tapi juga selentur rumput yang dihembus angin. Belajar bersyukur untuk apa yang sudah dimiliki, membuat semua terasa lebih mudah. Sering kali kita mendengar hal ini,  jangan pernah membandingkan diri dengan apa pun atau siapapun yang berada di atas kita, lihatlah ke bawah,belajar bersyukur atas semua yang telah dimiliki. Bersyukur untuk sebuah kehidupan. Memelihara kehidupan yang baik dan seturut jalanNya,menuntun kita untuk menjadi sebuah pribadi yang menghargai diri sendiri. Memberikan otak dan hati kita waktu untuk beristirahat dari suara-suara yang kita buat sendiri, dan bertanya “apa mau Tuhan atas hidupku?”. Atau pernahkah kita ngobrol dengan Tuhan, atau malah bernegosiasi  untuk sebuah  win-win solution dengan berkata “ tuntun kemana pun aku harus melangkah, aku akan mengikutnya. Tapi Bapa, berjalanlah selalu di depanku untuk membimbing langkahku, beradalah di sisiku sebagai teman, berjagalah dibelakangku bila aku jatuh. Akan aku tempuh jalan manapun yang Kau tunjukkan, meskipun aku akan tertatih. Dan aku harap, jalanMu adalah juga jalan bagi keinginan baikku”. Milikilah keinginan baik, dan berdoalah untuk keinginan baik itu supaya diberkati Tuhan. Merenung, hening, berdiam. Berhenti mengajak bicara otak dan hati kita. Mengkondisikan diri dalam suatu titik nol untuk bisa melihat diri lebih dalam dan untuk bisa merasakan kehadiran Tuhan di sekitar kita. Belajar pasrah tapi jangan pernah putus asa, belajar berserah tapi tetap berusaha, belajar berdoa untuk bukan sekedar meminta. Push ourselves to the fullest. Pada akhirnya, Tuhan yang memenangkan kita. Semoga!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s