mencintai dengan ketulusan

with all I am

Disadur dari Tabloid HIDUP edisi Oktober 2010.

Cinta bagaikan dua sisi mata uang, membuat bahagia sekaligus juga menjadi racun yang sangat menyakitkan. Cinta inilah yang membuat orang menjadi sangat begitu berarti dalam hidupnya, menjadi berharga, merasa penting dan dibutuhkan. Perwujudan cinta bisa diungkapkan dalam berbagai bentuk yaitu dengan rasa nyaman dengan kedekatan yang tercipta, dorongan untuk saling memperhatikan, mengungkapkan rasa sayang, sekedarn memandang atau keinginan untuk memeluk, dan dorongan yang lebih permanen dalam bentuk kebutuhan untuk memantapkan cinta dalam jangka panjang.
Beberapa hal yang bisa kita renungkan bersama, antara lain:
1. Cinta, kita perlukan dalam hidup ini. Tanpa cinta, hidup ini seakan tidak berarti, maka mensyukuri bahwa kita mampu mencintai adalah hal pertama yang perlu kita lakukan.

2. Cinta adalah sebuah anugerah yang membuat kita menjadi lebih manusiawi dan lebih menyadari akan kerapuhan sekaligus kekuatan kita sebagai manusia. Cintalah yang membuat manusia lebih mampu memaknai eksistensinya sebagai manusia dan menghargai hidup ini.

3. Menyadari bahwa cinta pada hakikatnya adalah sebuah sikap ‘memberi’. Dalam cinta tidak ada keharusan untuk membalas atau dibalas sebanyak yang telah kita berikan. Kesadaran ini akan membuat kita lebih tulus ketika mencintai seseorang. Kesadaran ini pula yang membuat kita lebih kuat ketika apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan realitas yang kita dapatkan.

4. Mencintai hakikatnya adalah pilihan untuk membebaskan seseorang yang kita cintai berkembang sesuai dengan kemampuan dirinya sendiri, memberi kebebasan untuk bertumbuh dan berkembang, tidak membatasi dan tuntutan untuk memiliki apalagi mengekang dan memperkosa eksistensi dan kebebasan orang untuk berkembang dan memenuhi panggilan hidupnya sendiri.

5. Cinta yang dewasa adalah cinta yang didasari oleh sebuah bentuk ketulusan tanpa harapan akan mendapatkan balasannya. Kesadaran ini akan membebaskan kita ketika cinta yang kita miliki terkoyak karena tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ketulusan ini akan membawa pada suatu pemahamam sekaligus kesadaran bahwa orang yang kita cintai akan bahagia, bahwa yang terpenting adalah kebahagiannya.

6. Mencintai adalah PROSES PANJANG YANG BAHKAN TIDAK ADA UJUNGNYA. Proses yang mungkin saja akan menyakitkan, namun juga sekaligus membuat orang menjadi tenteram pada akhirnya. Tidak ada rumus baku dan pasti benarnya ketika kita mengambil keputusan untuk mencintai yang menetramkan dan membahagiakan. Cinta adalah proses jatuh bangun dalam memaknai eksistensi hidup manusia, sekaligus akan mendewasakan ketika kita mampu mencapai arti terdalamnya.
Keputusan kita akan sangat menentukan: apakah kita memilih cinta yang sangat mendewasakan, yang artinya adalah mencintai dengan ketulusan, ataukah cinta yang kita miliki harus dibalas dan akhirnya hanya kan menyakitkan kita sendiri dan orang yang kita cintai?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s